Berbanding Lurus

Hampir semua hal di dunia berlawanan, ada lawannya. Baik-buruk, tinggi-pendek, tua-muda, kaya-miskin, standart! Tapi apakah pernah mengamati hubungan dari banyak hal dalam kehidupan? Bukan hanya saling berlawanan, namun terkadang berbanding lurus. Ukuran kaki berbanding lurus dengan ukuran tubuh (versi penjaga factory outled), kemampuan ekonomi berbanding lurus dengan daya beli, bahkan makanan favorite berbanding lurus dengan orangnya.

“Kamu mau makan bakso apa makan kecap?”

”Makan bakso lah. Kalo mo makan kecap dari tadi Rhe dah ngemut tu botol kecap skalian.”

”Masa makan bakso taroh kecap sampe item banget gitu?”

”Emang musti kaya’ gini biar da rasanya, trus ditambah sambel.”

”Tapi juga musti nunggu dingin lama banget, kan?”

”Tentu! Gimana bisa ngerasain kalo lidah dah keburu mati rasa karena kepanasan?” (ngomong dengan nada tinggi tanpa titik koma coz merasa diberi tahu hal yang sudah diketahui).

Selak kesel le ngenteni! Mau tau karakter apa yang bisa aku baca dari menu di depanmu?”

”Coba?”

”Mulutmu tu kalo ngomong pedes, kaya’ sambel. Trus orangnya item kebanyakan kecap. Nggak penuh kehangatan coz kebiasaan mengkonsumsi yang dingin-dingin. Liat tu mba’ di meja sebelah, kuah baksonya bening, orangnya juga bening.”

”Trus…”

”Terus artinya, apa yang dimakan sebanding dengan warna kulit, tabiat ma fisik orang,”

”Ngomongin fisik ni?”

”Iya. Habis kamu manis, kaya’ kecap.”

”Kalo mau bilang Rhe manis, bilang aja, Rhe manis. Titik. Nggak usah pake kecap, hitam, sambal, pedas, hangat, dingin ma mba’-mba’ bening!“

”Sengaja biar kamu ngambek. Biar kamu nggak cuma liat dari satu sudut.“

”Why?“

”Kamu liat pintu masuk itu? Kalo kamu ada di depan pintu, apa kamu liat pintu itu?“

”Tentu.”

”Kalo kamu geser 600, apa kamu masih bisa liat?”

”Masih.”

”Kalo 900?”

”Nggak.”

”1800, 2700?”

”Nggak.”

”Tapi kamu percaya nggak ada pintu masuk di situ?”

”Pecaya.”

”Ya udah. Jadi kalao kamu ngerasa nggak nemuin sesuatu, bukan karena sesuatu itu nggak ada, tapi karena kamu belum liat dari sudut yang benar. Mungkin kamu belum nemuin ato masih samar tentang sesuatu, itu tandanya kamu belum berada pada sudut yang tepat. Bisa jadi kamu masih ada di balik bangunan makanya kamu nggak bisa masuk karena nggak liat pintu masuknya. Jadi cobalah usaha untuk berpindah ke sudut yang lain, sudut yang benar. Kamu harus berpindah karena usaha sama dengan gaya, sama dengan perpindahan energi. Kalo kamu nggak berpindah, berarti kamu nggak berusaha.”

”So?”

”So… Kamu harus melihat dari sudut yang berbeda untuk kecap, sambal , dingin dan mba’-mba’ bening.”

”Maksudnya?”

”Bahwa ada pujian di balik semua yang selama ini kamu liat sebagai celaan.”

”Em…???”

”Kamu manis…. Dan aku adalah orang baik, orang yang berbaik hati mau bilang ke Rhe kalo Rhe itu manis.”

”NARSIS!!!!!”

Menemukan orang aneh menyebalkan yang sering berfilsafat. Saat berhadapan ingin ditendang, namun omongannya pengen dimasikin botol. Stok kalo sewaktu-waktu butuh kata-kata bijak. Kedewasaan berbanding lurus dengan pengalaman.

Nb : dinyatakan lulus hari ini bukan sesuatu yang mengejutkan, melegakan, iya. Batas perjalanan 4 taon akhirnya sampai juga.-***-

29 Julii 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: