Perguruan Bokong Tepos

“Duduk ngapa?!”

“Bingung kalo cuma diem aja nggak da kerjaan.“

”Kamu belon mandi ya makanya nggak PeDe duduk ma kita?“

”Enak aja, Wewe’ tu yang hobby nggak mandi.“ (wewe’ dibaca seperti bunyi we’ pada kata cewe’, bisa ngucapiinnya?)

”Tapi… Sini bentar, kamu tu bau. Nggak ganti baju ya?“

”Ganti… Celananya aja yang nggak, kan jatah jean dua kali pake.“

”Trus kapan terakhir ganti?“

”Dua hari lalu.“ Cengar cengir sambil garuk-garuk kepala (nggak da hubungannya ya celana ma kepala).

”Jorok! Harusnya sekarang kamu nggak pake celana tu lagi.“

”Tunggu, makin lama kq makin bau ya Rhe. Kamu nggak kelupaan naroh sesuatu kan?”

”Yup, bau amis.”

Rhe yang kebingungan berusaha mengingat sambil mencari sumber bau dengan memeriksa samua kantong celana.Dan…

”He..he..he..” Cengengesan sambil menunjukkan asal bau, sotong yang kemaren disembunyikan di saku celana yang belon sempat dihabiskan kemaren dan nggak dibuang karena nggak enak ma yang ngasih. ”Ni yang bikin amis. Tapi kq sekarang nggak amis lagi ya?”

”Amisnya pasti dah diserap ma pantatmu makanya si sotong dah kehilangan keamisannya.”

”Pantat amis. Pantat amis. Rhe si pantat amis. Wah, ngebayangin aja pantatku dah langsung gatal. ”

”Mendingan pantat amis gara-gara sotong daripada pantat gatal gara-gara keloid di pantat kiri segede uang logam. Bukan begitu We’ ?”

”Jangan buka aib dong. Setidaknya nama keloid lebih keren daripada amis. Dewek Kekok, S.Farm, Pantat Keloid. Orang awam akan berpikir, keloid itu lulusan mana ?”

”Tapi itu akan membuat orang lebih tertarik untuk mengintip pantatmu. Sebenernya keloid itu seperti apa sich ? Mau kaya’ gitu, setiap orang melirik ke pantat teposmu ?”

”Sesama pantat tepos dilarang saling menghina.”

”Betul Na, yang mulai tu Rhe Nguing, S.Farm, Pantat Amis.”

”Bukan gitu!… Kq, hanya aku yang nggak terhina?”

”Hah?!?!?!?!” Rhe-Wewe’ saling berpandangan, takjub akan niat satu orang ini. Hingga akhirnya…..

”Pantat sotong! Ya, pantat sotong. Cocokkan We’?”

”Yup benar. Saking ratanya sampe nggak bisa dibedain mana badan mana pantat, mirip ma sotong.”

Sejak saat itu berdiri dan diresmikanlah perguruan bokong tepos yang beranggotakan:

Kakak pertama : Rhe pantat Amis (secara merupakan orang pertama yang menyandang gelar di perguruan ini).

Kakak kedua : Wewe’ pantat Keloid

Kakak ketiga : Nana pantat Sotong

Kakak keempat : Gendhing Frihira (masih dalam konfirmasi)

Bagi yang berminat silahkan gabung. CP : 081931198983. Syarat utama dalam perguruan ini : Pantat Harus Tepos. Fasilitas : Nutraceutical, Ilmu Gizi, Menu Diet Sehat. Kompetensi lulusan : Pantat Bahenol. Dijamin dalam waktu kurang dari satu tahun harapan anda memiliki pantat yang lebih berisi akan tercapai. Selamat bergabung (dengan mata mengancam sambil menyerahkan formulir pendaftaran).-***-

02 Agst 2008

Iklan

One response to this post.

  1. Posted by ria on Agustus 7, 2008 at 4:25 am

    Wewe’ alias dewek kekok dg nama asli Dewi Riana. Benar bukan?????

    hehehe…
    sry, We’ pantat keloid ^-^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: