Bodoh vs Kritis

Stone age. Nggak tau apa maknanya, yang jelas, Batu. Pertama ngeliat mirip batu akuarium yang dijual kemasan. Itu lho, batu hias warna warni yang suka ditaroh di dasar akuarium. Tapi dari tempat temuannya sedikit janggal, Rhe menemukannya di kulkas lab. Farmaset. Di dalam kulkas di lab. Farmaset. Bukannya di situ biasa sebagai tempat simpan cangkang kapsul, salep, krim, gel bahkan suppositoria (itu tu obat yang cara pakainya dimasukkan lewat dubur). Tempat yang janggal bukan?

“Pak Is, ni batu apaan kq ditaroh sini? Akuarium bukannya dah dipindah di lab. Farfis?”

“Anak 2005 itu yang bawa. Kemaren katanya nitip karena di kosnya nggak da kulkas.”

”Rhe bukanya itu kamu minta? Kan kamu kemaren minta oleh-oleh coklat, nah tu apa yang kamu pegang?”

”Kaya’ gini… coklat…?” (sambil memasang tampang melas tidak percaya).

”Makan aja kalo nggka percaya.”

”Kau dulu gih.” (menyodorkan seplastik batu yang katanya adalah coklat).

Krauk…krauk..krauk… Tanda gigi menggauli sesuatu yang keras.

”Beneran ini bukan batu? Mana buktinya? Buka mulut, biar Rhe tau kau bener-bener dah memakannya.”

Dan akhirnya Rhe membuka santapan coklat hari ini dengan coklat batu tersebut, lanjut dengan coklat kacang, permen coklat, coklat karamel dan terakhir coklat Italy. Hari manis, harinya coklat.

”Jo yang aneh. Ke Singapura, beli coklat Italy. Memang di Singapura nggak da pabrik coklat pa? Memangnya di Indonesia nggak dijual coklat Italy?”

”Rhe ni tinggal makan bawel aja!!!”

”He..he..he.. mungkin Rhe mengidap ’aneh absolute’. Kalo da istilah ’bodoh absolute’ untuk orang yang tau kalo dirinya bodoh tapi suka membodoh-bodohkan orang lain, maka Rhe adalah orang aneh yang suka menganeh-anehkan orang lain.”

”Nyadar juga ni anak, dah tau dirinya aneh, masih aja ngerasa orang laen lebih aneh. Mau ntar sore ditemenin liat bedah buku ’Guru Goblok Mengejar Murid Goblok’? cocok tu buat orang kaya’ kamu.”

”Tapi akukan bukan orang bodoh?”

”Sapa juga yang bilang? Hanya sebagai referensi, orang yang suka bertanya adalah orang bodoh. Dia nanya karena dia nggak ngedong.”

”Trus berati Rhe bodoh karena keseringan nanya? Berarti Rhe patut bangga duong menjadi orang bodoh? Coz orang bodohlah yang gemar membaca buku untuk menjawab ketidaktauannya, bener?”

”Yup!”

”Kalo bodoh = gemar bertanya. Dan kritis = suka bertanya. Bodoh = kritis. Lalu apa bedanya orang bodoh dengan orang kritis?”

”Nggak ada.”

”Pasrah banget kau dengan teori ini? Itu tandanya kau mengakui kalo Rhe orang yang kritis?”

”Sekaligus bodoh, Iya.”

Pasang muka cemberut sambil tangan tetap aktif memasukkan coklat sebanyak-banyaknya ke dalam tas. Setidaknya walaupun dengan sepaor pengakuan, Rhe sudah diakui sebagai orang kritis hari ini (kritis otak, alias sekarat, makanya bodoh……. ^-^¿).-***-

04 Agst 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: