Kesempatan Kedua

Harapan telah merintis jalan pada sinar pagi yang cerah.

Sebuah kalimat yang menguatkan Rhe manyambut hari ini (walo cuaca nggak sepenuhnya cerah, cenderung mendung, terpaksa menahan air di ketinggian). Siap-siap ke kampus untuk memenangkan ego. Lanjut studi (belajar kq nggak bosen-bosen ya?). Masih seneng jadi mahasisawa, terima gaji buta tanpa kerja. Dan khayalan indah Rhe dikacaukan dangan pesan singkat dalam layar.

From: Wewe’

06:40

Rhe, aq g ngerti apa yg km putusin bwt dia, aq tw brat bwt km, tpi kl bs coba bri dia ksempatn. Klo da ksmptn dia bakal buktiin diri. Kmrn km g dngerin pjelasn dia kan?

Hari mendadak mendung (padahal dari awal memang dah mendung). Kesempatan? Perlu diberi berapa kali pun, untuk orang dengan tingkat nggak peka level tinggi, nggak akan paham. Memang pengorbanannya nggak seberapa, tapi pasrahnya luar biasa. Pasrah dibentak-bentak, pasrah disuruh-suruh, pasrah dimaki-maki (makhluk bernama Rhe bermutasi jadi monster betina dihadapannya). Di saat lain bisa jadi pendengar yang baik, penghibur yang baik, merasionalkan jalan-jalan buntu (dalam kondisi ini Rhe menyusut jadi makhluk rapuh).

Mencoba memperbaiki sesuatu hanya menjadikannya lebih buruk.

Tulisan itu tiba-tiba tampak jelas di salah satu halaman buku bercover coklat. Pertanda alam. Tak perlu lagi bahas kesempatan kedua. Cukup belajar dari masa lalu, itu aja. Yang lalu biarlah menjadi sejarah, melangkahlah untuk masa depan.

Rhe pun meninggalkan buku itu dan melupakan kejadian pagi ini. Ngeloyor masuk kantor mencari Dekan.

”Rhe tangal 13,14 da acara nggak? Pengangguran kan?” Pertanyaan Lyd yang nonjok. Memang sudah dinyatakan lulus, tapi kan belum yudisium. Masih bisa ngaku sebagai mahasiswakan? Kq dah dibilang pengangguran?

“Nggak, kenapa?”

“Bantu jaga BRS online ya?”

“OK!”

Kemarin nggak diterima jaga ujian karena telat daftar. Sekarang tanpa daftar malah ditawarin. Apa ini yang namanya kesempatan kedua? Kalo Rhe aja dikasih, kenapa Rhe nggak bisa ngasih buat orang lain?

Tiap upaya untuk tidak berbuat apapun, supaya tak ada yang bisa keliru, akan keliru.

11 Agst 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: