Vokal ‘e’

“Menyatakan kemerdekaan Indonesia”

Bagaimana kalimat tersebut diucapkan pada masa awal kemerdekaan. Pasti bunyinya seperti ini: ‘Menyataken kemerdekaen Endonesia’. Apakah ini karena kentalnya darah Melayu sehingga vokal ‘an’ menjadi ‘en’? Atau saat itu Soeharto menjadi pencetus bahasa gaul yang sampai sekarang masih diikuti petinggi-petinggi negara, ‘kan’ menjadi ‘ken’. Selamat tu buat Soeharto yang telah menciptakan bahasa gaul pada masanya.

Lalu sekarang, apa alasan menyebut Indonesia (dengan lafal sesungguhnya seperti mengucapkan Indomie) lebih sering sebagai Endonesia. Yang satu ini efek apalagi? Efek lidah Jawa, yang sering menambahkan huruf e di akhir kata? Tentu bukan. Dan tidak ada pihak yang mengoreksi kebiasaan ini. Bahkan sering dijumpai Endonesia pada lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan saat upacara-upacara. Katanya lagu kebangsaan, kq nyebutnya aja salah?

Rhe jadi pengen jadi huruf e (untung mana Rhe sudah tercipta dengan huruf e, nggak seperti Dewi yang dipaksa menjadi Dewe’, Wewe’ yang punya pantat keloid ;p). Lihat saja urutannya: a, i, u, e, o. E tidak berada di depan bukan. Tapi mengapa justru e yang lebih sering disebut menggantikan vokal-vokal di depannya (a atau i). Kalo memang masalah lidah, susah ngubahnya.

Oleh karena itu (cie… bahasa baku), janganlah kita melanjutkannya. Bukan saatnya jadi penerus. Kita, bukanlah generasi penerus bangsa Indonesia (sudah bobrok kq diterusin). Saatnya menjadi pembaharu bangsa. Selamat berjuang generasi pembaharu, untuk Indonesia.

160808

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: