up.: yang di samping pintu

cletak cletuk…

klutak klutuk…

awal na rhe kira itu suara permen karet yang dimainin. mengganggu… ga juga sih. hanya saja di dalam galeri yang sepi ini.. bunyi itu akan sangat.. sangat.. sangat.. memekakkan telinga (hiperbol ya rhe ini??). bukan musik dalam hening, tapi bingar dalam sepi.

akan menjadi permakluman ketika itu memang suara permen karet cz rhe sendiri juga sering melakukan na (bukan di dalam galeri ya..). suara yang ditimbulkan dengan menempelkan permen karet ke gigi atas dan menarik na ke bawah dengan lidah hingga membentuk selaput. lapisan itu kemudian dihisap sehingga meninggalkan lubang. dan proses berlubang na selaput gummy itu akan menimbulkan suatu suara. cletak…. ya, semacam itulah.

nah, suara yang rhe dengar semacam itu. sedikit tidak wajar ketika suara itu berasal dari samping pintu. se-anggun ‘n se-elegant mami memainkan permainan rhe saat masih di jalanan. wow! tapi.. bukan ternyata. cz itu adalah suara dari gerakan yang hampir sama, hanya saja tanpa gum (secara mami ga akan makan bubblegum yang hanya memacu rasa lapar, mengingat dia masih.. mungkin ya.. dalam diet ketat na).

lalu suara apakah itu? suara permainan mulut. ya.. ntahlah rhe ga bisa mendeskripsikan secara tepat gimana cara suara itu keluar cz rhe ga mengalami na secara langsung atau kurang kerjaan mengamati langsung dari dekat. mungkin.. mirip ma mainan permen karet itulah. hanya saja.. yang bikin menggangu.. ni ga pake tempo. bermain permen karet akan berakhir ketika permen itu mulai berasa tidak enak atau ketika si pemain sudah bosan. dan.. hilang sudah suara itu.

tapi khusus untuk suara yang kali ini ada di galeri.. suara itu akan tetap ada… ketika mami dalam keadaan panik pa tertekan penuh. ‘n selama dia masih tertekan.. ya betah-betahin aja kau dengar suara itu seharian.

cletak.. cletuk..

lebih baiklah.. daripada mendengar suara percakapan yang dilakukan antar lukisan. macan biru yang mengaum, disambut kepakan merpati terbang menghindar, kecak leak mengiringi turun na sang anggraeni (or siapalah perempuan itu). wah, sngat tidak bijak menyatukan harimau dan merpati dalam satu ruangan. yang ada hanyalah mangsa dan pemangsa. bising. key yang dimangsa tarian jari.

jadi… langkah apa yang seharus na dilakukan agar tingkat tekanan di galeri tidak semakin tinggi dan membuat mami melakukan musik mulut na? warghhhh….

terdari (bukan teruntuk): seseorang di pojokan

kita punya sudut pandang yang sama untuk melihat semua isi ruangan -***-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: