bos mami pelupa ‘lagi’

mami: ‘ga da yang ke gedung hijau biru (HB) hari ini?’

serempak: ‘nggak……’

mami: ‘bagus dunk, b’arti dah kelar semua. ga da waiting list lagi’ -senyum-senyum mode ON-

serempak: ?!?!?!?

ga tau apa maksud senyuman mami, senyum ikhlas, senyum kemenangan, senyum sindiran or… apalah. tapi langsung dijawab dengan kebingungan serempak. apa hobby baru mami mang senyum-senyum ya??? setelah hobby ga makan untuk mendapat proporsi tubuh ideal (versi na).

mami: ‘jadi ini yang waiting list tolong segera diselesaikan ya. kan ga da yang ke gedung HB. kelar dan beres’

serempak: boeng!!!

ni mami kenapa sih??? resolusi taon baru jadi pikun ya??? perasaan kemaren yang kasih tau klo selama bulan pertama loket gedung HB tutup (lengkap dengan pengumuman itu ditulis di kertas apa, ditempel di mana) malah nyuruh kami ke sana. buat apa?? bersih-bersih?? kan loket na tutup mi… idih, ni mami ada-ada aja. pikun mode ON. kenapa sih mami semangat banget mendorong kami ke gedung HB?? ada apa di sana???

ternyata… itu salah satu alasan supaya mami bisa memamah biak tanpa ketauan. selama ni rhe selalu merasa… wah, hebat sekali ni mami bisa tahan ga makan seharian cz rhe ga pernah nemuin mami makan bareng yang lain. ternyata… sepulang dari gedung HB kemaren rhe menemukan na makan di pos satpam. what’s? kliatan na resolusi mami (ntah apapun itu) berlebihan sampai mengganggu fungsi otak sebenar na. mpe mami lupa di mana tempat makan yang sebenar na.

di meja. ya bener sih… mami juga makan di meja, bukan di kursi, tapi kq ya… di meja yang da di pos satpam (sebelum na, jangan bayangkan pos satpam yang berbentuk pos ya. ni di ruang terbuka, ga langsung di samping jalan sih… tapi lumayan panen debu). memang… rhe juga ga setuju dengan tempat makan yang disediakan, dapur yang bau pengap. tapi bukan b’arti harus milih di pos satpam kan? setidak na masih ada warung or tempat makan lain yang bisa dijadikan tumpangan sementara.

manusiawi sih… ga tahan lapar, bahkan itu esensi manusia yang sesungguh na, urusan perut. tapi jika amat sangat ga tahan, masa ya ga tahan hanya untuk jalan sebentar ke tempat makan ‘n b’akir di pos satpam. aduh mami…. jangan lupa lokasi dunk. selama ni rhe dah mengagumi kau yang tahan ga makan seharian dengan disaksikan mata lukisan, telinga dinding dan hidung-hidung kelaparan kami. tapi nyata na kau tetap manusia biasa yang butuh logistik dan… pelupa. lupa loket tutup dan lupa ‘lagi’ lokasi makan. mungkin pos satpam adalah salah satu lokasi untuk membangun relasi. koneksi sambil makan siang. down to earth! salut mami -***-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: