Archive for Juni, 2010

just for today! (#1)

pasar senen 24.06.2010

setelah melakukan perjalanan ke salemba, melalui senen tapi driver na ga mau mampir. ya sudah… melengganglah senen, ke salemba. naik angkot 2 kali, 04 dan 01 dan sampailah di garasi bus  alias terminal, senen. berbecek-becek bentar ke arah timur dan gerbang utara stasiun senen pun menyambut.

puas dengan ujung celana yang belepotan jalan sehabis hujan, siap ngantri di pemesanan tiket. isi formulir dan dengan tekat baja, otot kawat dan berbekal tampang calo… majulah rhe ke meja pemesanan (tampang orang yang yakin menang).

“bu, senja utama jogja 1 buat sabtu”

“tiket habis”

jawaban singkat yang ga sesuai harapan yang langsung meluluhkan mental. bergegas ke pojokan. membangun mental kembali dari puing-puing yang ada. mencari formulir kembali. ok lah banting stir kalau memang ga ada kereta bisnis (berhubung belon mampu beli tiket eksekutip, masih golongan mayoritas)…

“bu,progo 1 buat sabtu”

“sampai 26 tiket habis”

“nah, inikan baru kamis, masa sudah habis? bukan na pemesanan 2 hari sebelum na?”

“pengumuman na dilihat! selama liburan pemesanan 7 hari sebelum na. untuk 27 masih ada kq kalau mau”

“ga mau”

dengan gaya jual mahal (tapi tampang kalah perang) ama petugas loket berharap petugas loket mo nurunin harga trus memanggil rhe kembali (mang na tawar-tawaran barang), melangkah meninggalkan antrian. remuk redam. bagaimana ini, ga dapet tiket ke jogja, tapi ke jogja na ga boleh diundur apalagi batal. ga bisa!

kembali ke pojokan (yang sudah menjadi basecamp dadakan) mencari ide penyelamatan perjalanan. letakkan jogja di kepala, tarik semua energi positif yang ada dari sekitar, berpikir jernih dan gunakan nalar. jadilah…. solo, tiba-tiba kota itu melintas di kepala menggantikan jogja. yups… klo ke solo kan lewat jogja. dengan tenaga yang masih tersisa, mencari di antara orang yang mulai memenuhi ruangan 5 x 5 meter (mungkin, masih sempet ngitung di sela-sela mental drop) yang hanya dilayani 3 petugas. lembar formulir pemesanan…

berjalan ke loket dengan perasaan tersayat, penampilan terkoyak, dan harapan sekarat…

“bu, senja utama solo 1 buat sabtu”

“wah, kalo buat tanggal 26 dah habis”

“ini senja utama ke solo bu, bukan jogja”

“iya, sudah habis. ga percaya ma petugas na?”

panikkkkkk…… bukan lagi luluh apalagi remuk, ni sudah stadium 4, menunggu ajal batal ke jogja. kepala mentok, ga ada inspirasi terlintas. segala daya dan upaya, ide dan kreativitas sudah dikerahkan untuk pencariin tiket ke jogja. demi selembar tiket saja… apakah perusahaan kertas tak lagi mampu memproduksi na? apakah tinta printer penjaga loket hanya tersedia sampai tiket terakhir? apakah mendadak orang-orang bedol kota pindah ke desa? skeptivitas orang panik (ada ya?).

akhir na tanpa rencana apapun kembali ke loket ekonomi.

“solo bu, buat sabtu”

“berapa?”

“hah?” (terkesima…)

“berapa?”

“satu bu, satu yang deket jendela”

“37.000”

nyodorin duit dengan sambil mengucap syukur. puji tuhan akhir na dapet tiket juga. akhir na pulang jogja juga (tampang berbinar). akhir na pulih dari stadium 4. akhir na…..

menerima kembalian dengan lega dan melenggang keluar. melalui pintu dan berhenti di depan papan rute dan jadwal kereta. mengatur bawaan, barang dan mental sambil menarik nafas. tak lupa mulut komat kamit mengucap syukur atas selembar tiket yang rhe pegang, lembaran pink untuk mengesahkan mereka yang ingin memasuki kota-kotak besi…

mengatur sambil memandang. info tentang kereta yang nanti na akan rhe naiki cz memang rhe belum pernah naik kereta jakarta-solo. n.. wha’s the hell? puk (pengen mengumpat tapi inget ini tempat umum). this train does’t through jogja. pengen loncat-loncat, loncat-loncat.

setelah ga dapet tiket ke jogja, setelah ditolak 3 kali petugas loket, setelah hampir tidak ada harapan lagi, setelah diguyur kepastian semu, semua na terenggut begitu saja mengetahui rhe punya tiket kereta tapi ga lewat jogja. kereta matarmaja ke solo lewat jalur utara, bukan selatan. jam tiba di solo 23.55. okay… sekarang apa yang harus dilakukan? dini hari di solo.

lewat dulu karena harus kembali ke salemba. melaju dengan 01A dan 04. langsung menghadapi evaluator, petugas pemeriksa yang ga berhenti bertanya dan menyelidik selama 2,5 jam. menghilangkan sementara kepanikan akan salah kereta dan terjebak di solo dini hari. sebelum kekhawatiran itu kembali dan memaksa rhe menemukan jalan keluar na…

to be continue.. -***-